Langsung ke konten utama

REFLEKSI DAN PERUBAHAN DIRI

 

INTAN MASTURA

PPG PRAJABATAN 2022 (Bahasa Indonesia)

 

REFLEKSI DAN PERUBAHAN DIRI

 

Memilih menjadi guru bukanlah cita-cita semua orang, hanya orang tertentu saja yang menginginkan cita-cita tersebut. Saya termasuk orang yang memilih menjadi guru, karena saya pernah mendengarkan bahwa profesi yang paling tinggi derajatnya adalah Guru. Saya sangat menikmati pekerjaan saya menjadi seorang guru meskipun kata teman-teman saya gaji yang didapatkan tidak sebanding dengan pengorbanannya. Namun, setiap orang punya keahlian dan tujuan hidup masing-masing. Selain ingin memajukan generasi bangsa, tapi saya ingin mengenal karakter peserta didik yang beragam, menambah wawasan, sarana untuk membantu sesama dengan ikhlas.

Guru yang berpihak pada peserta didik atau perhatian penuh kepada semua murid dapat menggunakan cara yaitu dengan memancing diskusi, pendapat, atau argumen interaktif antara peserta didik dan guru. Peran guru di sini adalah untuk membuat peserta didik nyaman dan leluasa mengungkapkan ide mereka. Ini dapat melatih berani untuk berbicara, mendengarkan dan menghargai pendapat orang lain, dan lebih terbuka pada perbedaan pendapat antar peserta didik. Guru punya tugas untuk menemukan benih-benih unggul, talenta, kemampuan, dan bakat dalam diri para peserta didik. Setiap anak mempunyai talenta, kemampuan, dan bakat yang berbeda-beda. Setiap anak harus mendapat perhatian yang sama sehingga bisa membuktikan kemampuannya dan membuat kegiatan belajar mengajar menjadi lebih hidup dan menyenangkan. Dengan menggunakan media pembelajaran maka akan menciptakan suasana belajar di kelas yang bagus dan efektif. Media pembelajaran akan membantu guru lebih mudah menjelaskan dan peserta didik lebih mudah mengerti. Selain dengan media pembelajaran, guru juga bisa melakukan praktik. Memberi apresiasi bentuk pujian, hadiah juga motivasi untuk peserta didik agar tetap mempertahankan dan meningkatkan pencapaian. Hal ini bukan hanya diberikan saat peserta didik berhasil saja, tetapi juga saat gagal. Berikan semangat supaya mau mencoba lagi dan tidak patah semangat. Mereka akan sangat senang dan lebih bersemangat ketika pencapaiannya diakui oleh guru dan orang tua. Teman-teman yang lain pun akan merasa tertantang untuk melakukan yang terbaik. Perhatian dan apresiasi dari guru menjadi faktor terciptanya suasana kelas yang bagus karena peserta didik merasa dihargai atas pencapaiannya.

“Pendidikan diartikan sebagai tuntunan dalam hidup tumbuhnya anak-anak; menuntun segala kodrat yang ada pada anak-anak, agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai manusia maupun sebagai anggota masyarakat”
(Ki Hajar Dewantara). Pada zaman sekarang segala fasilitas untuk pembelajaran pun sudah sangat lengkap, sangatlah mudah untuk mencari akses pelajaran. Banyak sekali ditawarkan dengan berbagai cara. Salah satunya seperti bimbingan privat atau belajar online.

Bermacam macam teknologi seperti komputer maupun handphone, bahkan kita belajarpun bisa menggunakan teknologi tersebut seperti aplikasi ruang guru, classroom dan lain sebagainya. Meskipun teknologi sudah canggih namun, kondisi pendidikan saat ini dan tentunya menjadi belenggu pendidikan di Indonesia, dimana peserta didik masih di sama ratakan, maksudnya ketika ada peserta didik yang berbeda maka dianggap aneh, karena guru belum sepenuhnya memahami karakter peserta didik sehingga kebutuhan peserta didik belum terpenuhi dengan baik. 

Lalu objek pembelajaran hanya terpusat pada guru, materi hanya terpaku pada buku saja dan yang diutamakan adalah materi harus diselesaikan oleh peserta didik tanpa tahu apakah peserta didik itu paham dengan baik atau tidak mengenai materi itu, serta peserta didik dipaksa untuk bisa mengerjakan tugas atau pembelajaran yang guru lakukan. Selain itu pula, orientasi peserta didik hanya pada nilai akhir atau raport yang diatas rata-rata, tanpa mempertimbangkan bagaimana pengembangan karakter dan proses belajar dari peserta didik selama itu.

Pada saat ini pendidikan Indonesia membutuhkan sebuah kurikulum dimana kurikulum ini dapat menjadikan manusia merdeka dalam hal belajar, dan juga pembelajaran dapat berpihak kepada peserta didik, sehingga diharapkan peserta didik dapat mengembangkan bakat dan minatnya tanpa adanya tekanan. Karena kita harus bertanggung jawab atas apa yang terjadi pada peserta didik yang dititipkan ke kita dalam hidupnya. Kegagalan yang ada di masa depan peserta didik adalah sebagian imbas dari keegoisan kita merebut hak “bahagia” nya mereka serta tidak menghargai kehendak dan keinginan mereka selama kita bersama peserta didik di sekolah.

Dengan mencontohkan keuletan dalam belajar untuk berkontribusi secara maksimal dalam perkembangan. Meningkatkan kesabaran dan kepekaan dalam memahami keistimewaan setiap siswa yang berbeda-beda. Menjadi teman belajar yang menyenangkan tanpa beban namun tetap bermakna. Memastikan proses belajar terjadi atas kesadaran siswa sendiri dan merdeka atas pilihannya. Membuat siswa dapat mengasah keterampilannya karena telah mengetahui bakat dan minat mereka. Memprioritaskan proses daripada pencapaian target.

 

 

 

 

Komentar